PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com — Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran menyatakan aksi demo yang dilakukan para mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Merdeka, Selasa (15/11) lalu sah-sah saja, karena aksi demo itu dilindungi oleh Undang-Undang.
“Namun saya sebagai orang tua berkeinginan tidak perlu melakukan aksi demo dengan turun ke jalan karena setidaknya dapat mengganggu masyarakat lainnya, seperti para pengguna jalan. Saya nyatakan siap menerima adik-adik mahasiswa yang bertemu di ruang yang kami sediakan untuk berdialog,’’ tandas Gubernur H. Sugianto Sabran kepada sejumlah awak media, di Ruang Kerjanya, Rabu (16/11).
Dikatakan Gubernur H. Sugianto Sabran bahwa dirinya menganggap mahasiswa adalah penerus generasi bangsa yang diharapkan dapat melanjutkan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI kedepannya.
Terkait masalah aksi demo para mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Merdeka atau GERAM, Selasa (15/11), Gubernur mengatakan sah-sah saja karena aksi demo itu dilindungi oleh undang-undang sebatas dilakukan dengan tertib tanpa berbuat anarkis.
Namun demikian, Gubernur menyatakan apapun yang sudah terjadi patut menjadi pelajaran bagi semua pihak. Yang jelas dirinya siap menerima para mahasiswa untuk berdiskusi atau berdialog kapan saja termasuk jika mahasiswa mengkritik kepemimpinannya selama 7,5 tahun ini.
Ditambahkan Gubernur H. Sugianto Sabran bahwa dirinya dan Wakil Gubernur tentu tidak akan mampu memuaskan semua pihak dalam membangun Kalimantan Tengah, apalagi membangun sebuah wilayah yang merupakan Provinsi terluas di Indonesia ini.
Namun demikian sekali lagi dirinya siap menerima masukan maupun kritik yang bersifat konstruktif dalam kerangka bersama membangun Kalimantan Tengah, maka forum yang tepat untuk menyampaikan kritik adalah melalui forum dialog.
Saat menerima sejumlah awak media, Gubernur H. Sugianto Sabran turut didampingi Ketua TP-PKK Prov. Kalteng Ivo Sugianto Sabran dan Kepala Dinas Kominfosanti Prov. Kalteng Agus Siswadi. (tb4)