PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com – Pemerintah Kota Palangka Raya Adakan Pelatihan Manajemen Masjid, masjid ramah anak dan difabel se-kota Palangka Raya, kegiatan ini juga merupakan kerjasama Pengurus Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Palangka Raya dan Bank Indonesia Kalteng, yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Walikota Palangka Raya, Sabtu (12/11).
Pelatihan manajemen masjid ini mengusung tema “Mewujudkan Pengelolaan Masjid Yang Berkualitas, Ramah Anak dan Difabel Untuk Menuju Kota Layak Anak”, yang dihadiri pemateri Instruktur Nasional dari Jakarta Drs. KH. Abdul Manan Ghani, M.M. dan Helwana Fattoliya Rais, M.Ag.
Seusai kegiatan, Ketua Harian PD DMI Kota Palangka Raya, H. Rus’ansyah S.Ag. M.Pd mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pengelolaan masjid dari seluruh pengurus masjid, sehingga dapat mewujudkan mutu dewan masjid, yakni “Dimakmurkan dan Memakmurkan Masjid”.
“Dari kegiatan manajemen masjid, kemudian juga ada masjid ramah anak dan difabel ini diharapkan output dari proses pelatihan ini dapat meningkatkan mutu pengelolaan masjid dari seluruh pengurus masjid yang ada di Kota Palangka. Sehingga kita bisa mengelola masjid dengan baik, tertib, dan bagus sehingga ini bisa dijadikan mutu dewan masjid sebagai mana yang sering digaungkan, yaitu “Dimakmurkan dan Memakmurkan Masjid”, ucapnya.

Dirinya menambahkan bahwa untuk masjid ramah anak dan difabel, sejauh ini pihaknya sudah turun ke lapangan langsung untuk memberikan pembinaan dan pengarahan untuk menciptakan dan menerapkan masjid ramah anak dan difabel.
“Terkait dengan masjid ramah anak dan difabel, kami dari dewan masjid sudah melakukan pembinaan dan juga pengarahan, maka terjun langsung ke masjid-masjid untuk melihat langsung mana masjid yang siap untuk menerapkan masjid ramah anak ini, karena memang tidak semua masjid memenuhi syarat, salah satu syaratnya adalah masjid yang tidak terlalu tinggi, artinya yang diutamakan yang lantai satu”, tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa untuk mewujudkan ramah anak dan difabel diperlukan fasilitas yang memadai, sehingga diharapkan di tiap-tiap masjid mampu menjadi masjid yang mampu menampung semua kalangan.
“Kemudian juga, disamping ramah anak, harus membutuhkan fasilitas tambahan, untuk tempat bermain anak, kemudian tempat orang tua mendampingi, tempat membaca dan sebagainya. Disamping itu juga untuk difabel memang harus dibenahi, sehingga paling tidak, ada fasilitas/akses untuk difabel agar bisa menampung semua kalangan menuju masjid”, ujarnya.
Rus’ansyah menjelaskan bahwa menurut pantauan pihaknya, sejauh ini setidaknya ada tiga masjid yang telah menerapkan masjid ramah anak dan difabel.
“Untuk di Palangka Raya, yang pasti kami kemarin sudah meninjau beberapa masjid, ada tiga masjid yang sebenarnya sudah siap mengikuti atau yang sudah siap menerapkan, seperti masjid Nurul Islam, masjid Al-Sayedah Maryam yang bertempat di jalan Kecipir RT. 06/10 Kelurahan Panarung, dan masjid Ar Rasyid, di Jalan G. Obos 18, Kota Palangka Raya”, pungkasnya.(tb5)