Kepala BPBD Kota Palangka Raya Harapkan KRB Dapat Membantu Pemko Dalam Penanggulangan Bencana

PALANGKA RAYA. Tambun Bungai.com – Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani, S.E., M.Si. menyebut bahwa saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya melakukan penyusunan Kajian Resiko Bencana (KRB). Hal tersebut dilakukan mengingat sejauh ini ketika BPBD turun kelapangan melakukan penanggulangan bencana harusnya ada regulasinya, untuk itulah pihaknya kini melakukan penyusunan kajian tersebut.

“Dan pada saat ini BPBD melaksanakan penyusunan dokumen kajian resiko bencana. Karena apa, setiap kita melakukan penanggulangan bencana kan harusnya ada semacam regulasinya, dan regulasi itu sedang kita lakukan penyusunannya”, Hal tersebut disampaikan Emi di sela-sela kegiatan Fokus Grup Discussion (FGD) Penyusunan Kajian Resiko Bencana (KRB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Tahun 2022-2026, yang berlangsung di Aquarius Hotel Palangka Raya, kemarin (9/11).

Dengan adanya kegiatan ini,dirinya berharap kajian ini nantinya setelah selesai bisa menjadi acuan pemko Palangka Raya untuk mengambil kebijakan dalam penanggulangan bencana.

“Dan kita berharap, kalau sudah tersusun dokumen kajian resiko bencana ini, bisa membantu pemerintah kota Palangka Raya untuk menentukan arah kebijakan dalam penanggulangan bencana itu sendiri”, harapnya.

Dalam kajian tersebut nantinya juga akan ada identifikasi untuk bencana apa saja yang terjadi dan juga di identifikasi resikonya serta juga akan dirumuskan bagaimana cara mengatasinya.

“Jadi kita melakukan bencananya apa saja, resikonya apa saja, dan apa yang harus dilakukan, itu nanti akan lanjut di dokumen selanjutnya untuk identifikasi bencana-bencana yang mungkin timbul di Palangka Raya”, tuturnya.

Ia memberikan contoh, seperti halnya banjir yang kini terjadi di Kota Cantik, identifikasi nya bahwa banjir tersebut adalah kiriman dari kabupaten lain, hal tersebut mengingat Palangka Raya daerah rendah dibandingkan kabupaten lain, sehingga mudah saja Palangka Raya kebanjiran jika di kabupaten lain banjir, dalam hal ini kabupaten Gunung Mas.

“Kalau identitas awal banjir di Kota Palangka Raya itu adalah memang kiriman awalnya dari daerah hilir ke hulu, karena memang daerah Palangka Raya ini lebih rendah dibandingkan dengan kabupaten lainnya, seperti kabupaten Gunung Mas. Jadi kalau disana sudah banjir akan mengalir ke Kota Palangka Raya”, jelasnya.

Selain itu, ada juga dari faktor lainnya, seperti halnya dengan adanya pembangunan yang kini pesat, ditambah lagi dengan pemukiman yang drainase nya tidak memenuhi syarat serta adanya bangunan yang menutupi drainase, hal itulah yang juga bisa memicu terjadinya banjir, karena adanya genangan air yang disebabkan oleh faktor diatas.

“Sehingga saat ini pembangunan sangat pesat ya, saya kira untuk wilayah pemukiman yang drainase nya kurang memenuhi syarat, yang juga ada bangunan yang menutupi drainase-drainase itu, sehingga mengakibatkan genangan air yang bisa menyebabkan banjir”, pungkasnya.(tb5)