PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPD PERSAGI) Provinsi Kalimantan Tengah Ririn Noorhaisna Raffela, SP,M.Pd berkomitmen akan berusaha menurunkan tingginya angka stunting di Kalimantan Tengah hingga target 14 % bias tercapai pada tahun 2024 mendatang. Hal tersebut dikatakan Ririn usai melantik Kepengurusan DPC PERSAGI se-Kalimantan Tengah Periode 2022-2027, bertempat di Ball Room, Aquarius Hotel, Minggu (3/7) pagi.
Menurut Ririn moment pelantikan pengurus DPC PERSAGI se Kalimantan Tengah sebagai perpanjangan tangan DPD PERSAGI Kalimantan Tengah tentunya diharapkan dapat bekerja keras untuk menurunkan angka stunting dalam jangka waktu 3 tahun kedepan.

Seperti disebutkan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Katma F.Dirun saat membacakan sambutan tertulis Sekda Provinsi Kalimantan Tengah, H. Nuryakin, Indonesia saat ini masih dihadapkan pada persoalan ganda yaitu masalah gizi terkait dengan masih tingginya prevalensi stunting, wasting dan obesitas serta kekurangan zat gizi makro.
Di Kalimantan Tengah sendiri ungkap Katma, angka stunting menurut hasil Study Status Gizi Balita Indonesia atau SSGBI tahun 2021 adalah sebesar 27,4 %, dan masih tinggi dibanding angka nasional yaitu 24,4 %. Sedangkan jika mengacu pada RPJMN 2020-2024, percepatan penurunan stunting menjadi 14 % dan wasting menjadi 7 % pada tahun 2024 menjadi salah satu tujuan pembangunan kesehatan.

Dalam kegiatan ini sekaligus dilakukan penandatanganan nota kesepahaman Sinergitas antara PERSAGI dan BKKBN dalam rangka penanggulangan stunting di Provinsi Kalimantan Tengah, yang kemudian dilanjutkan dengan Webiner Gizi dengan menghadirkan pemateri Ketua DPD PERSAGI Kalteng, Dewan Pembina DPD PERSAGI Kalteng Mars Khendra Kusfriyadi, STP, MPH dan Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Tengah.
Pelantikan DPC PERSAGI se Kalimantan Tengah tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah Suyuti Syamsul. (red)
